• 23/09/2020
  • Gresik

Alasan Tanaman Hias ‘Janda Bolong’ Capai Harga Rp85 Juta

Hobi merawat tanaman hias selama masa pandemi mampu mempopulerkan berbagai jenis tanaman hias, termasuk Monstera adansonii variegated. Tanaman hias dengan julukan ‘janda bolong’ alias ‘janbol’ ini bahkan dibanderol dengan harga selangit.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com melalui beberapa laman marketplace, tanaman janda bolong dijual dengan harga bervariasi. Beberapa jenis Monstera variegated (Monvar) dijual dengan kisaran harga Rp2 juta hingga ada yang mencapai Rp85 juta. Semakin langka, semakin tinggi harga yang ditawarkan.

Tak hanya tanaman jadi, beberapa penjual juga menjajakan bibit Monvar dengan harga yang mencapai ratusan ribu rupiah.

Asoka Remadja, seorang pegiat tanaman hias, mengatakan bahwa tingginya harga Monvar bukan barang aneh di dunia para pecinta tanaman hias. Tak cuma si ‘janda bolong’, jenis Monvar lain pun dibanderol dengan harga tak jauh beda.

Asoka mengatakan, permintaan yang tinggi, apalagi sejak pandemi, membuat harga Monvar ikut terdongkrak.

“Di sini [Indonesia], Monvar yang punya kebanyakan kolektor. Ada bahkan yang jual 3-4 daun [seharga] Rp30-40 juta. Ini kalau dijual ke sesama kolektor. Tapi, kalau ke user atau penikmat yang tidak mengerti [seluk beluk tanaman hias], harganya bisa di atas segitu,” jelas Asoka saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (14/9).

Tak hanya masalah kelangkaan, harga fantastis Monvar pun disebabkan oleh tampilannya yang enak dipandang. Jenis tanaman yang menyandang nama ‘variegata’ bakal memiliki semburat putih di atas daun berwarna hijau.

Perawatan Monstera sebenarnya tidak ribet. Hanya saja, saat bicara ‘variegata’, ceritanya bakal agak berbeda. Asoka menuturkan, banyak orang mencari Monvar dengan warna separuh putih dan separuh hijau. Tanaman dengan warna daun hijau dan putih ini terbilang jarang, karena umumnya Monvar memiliki corak putih menyerupai cipratan.

“Merawat Monvar itu lebih ada pengorbanan. Warna putih itu, kan, sebenarnya penyakit. Jadi, variegata itu penyakit atau mengalami mutasi. Karena tidak ada klorofilnya, daun mudah gosong kalau terpapar sinar matahari, terlalu banyak air jadi gosong, kurang air juga gosong. Cantik sih, tapi ribet karena ada variegata-nya,” jelasnya.

Bagi Asoka, merawat tanaman hias adalah perkara investasi waktu dan perasaan. Dia berpesan pada mereka yang tertarik untuk merawat Monvar untuk tidak stres saat merawatnya.

“Kalau tanaman mati, enggak apa-apa, dia, kan tanaman hidup. Kalau mau perfect, ya tanaman palsu saja,” ujarnya terkekeh.

Sementara itu, tren bakal terus berganti termasuk si ‘janda bolong’. Dulu jauh sebelum pandemi, tanaman gelombang cinta (Anthurium plowmanii) sempat naik daun. Harganya tak kalah fantastis dengan ‘janda bolong’.

“Menurut saya, tren itu bakal naik turun. Janda bolong kalau dari Thailand bisa kembali mengirim tanaman, seharusnya harganya tidak semahal itu,” imbuhnya.



π˜Ώπ™žπ™‘π™–π™£π™¨π™žπ™§ π™™π™–π™§π™ž : CNNIndonesia.com

Facebook Comments

Related Articles