• 26/11/2020
  • Gresik

Mitos atau Fakta: Luka Lebih Cepat Sembuh Jika Dibiarkan Tanpa Plester?

Mitos atau Fakta: Luka Lebih Cepat Sembuh Jika Dibiarkan Tanpa Plester?

Gresik Health – Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami luka pada tubuh.

Pada luka ringan yang umumnya membuat goresan atau lesi pada kulit, mungkin Anda pernah dinasihati untuk membiarkan saja luka itu kering dan sembuh sendiri, tanpa ditutup plester ataupun perban

Lantas mitos atau fakta bahwa luka harus dibiarkan tanpa tutup agar cepat kering dan sembuh?

Menjawab persoalan ini, Certified Wound Specialist Physician dr Adisaputra Ramadhinara berkata bahwa membiarkan luka tanpa tutup supaya cepat kering dan sembuh itu adalah hal yang keliru.

“Menutup luka itu penting, jangan lupa,” kata Adi dalam diskusi daring bertajuk Keluarga Hansaplast, Merawat Luka Akut besar dengan Tepat.

Dijelaskan Adi, penelitian telah menunjukkan bahwa luka yang lembap karena ditutup justru akan membuat penyembuhan lebih cepat daripada luka yang dibiarkan terbuka dan kering.

“Jadi kan banyak orang beranggapan, ‘oh luka itu diangin-anginkan, dibuka biar kering, biar sembuh’. Padahal, luka yang dibiarkan tidak tertutup dan dibiarkan kering itu terhambat penyembuhan lukanya,” tegasnya.

Selain terhambat penyembuhan lukanya, luka yang dibiarkan terbuka juga berpotensi terinfeksi bakteri, karena bakteri atau kuman lainnya akan bebas masuk ke bawah kulit jika tidak ditutup menggunakan perban ataupun plester.

Namun, sebelum Anda menutup area kulit yang terluka, langkah pertama sekali yang harus Anda lakukan adalah mencuci atau membersihkan area kulit terluka itu dahulu, agar luka dapat sembuh dengan baik.

“Yang perlu diingat ketika kita membersihkan luka itu tujuannya adalah agar bakteri yang ada di permukaan luka itu hilang atau bersih dan tidak mengganggu jaringan luka (kulit),” jelasnya.

Seperti diketahui, luka pada dasarnya merupakan cidera yang mengakibatkan rusaknya jaringan pada tubuh yang umumnya terjadi di kulit.

Nah, maka dari itu, perlu cairan yang bisa membersihkan bakteri agar bakteri tidak mengganggu jaringan luka yang akan kita sembuhkan, tanpa menimbulkan rasa perih tambahan.

Dalam memilih cairan luka, Adi pun menyarankan untuk memilih yang tidak berbau atau berwarna. Sebab, pewarna pada cairan luka bisa menyebabkan jaringan kulit menjadi berwarna.

𝗗𝗶𝗹𝗮𝗻𝘀𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶: Kompas

Facebook Comments

Related Articles