• 28/10/2020
  • Gresik

Objek Misterius Rusia di Luar Angkasa Bikin Geram Amerika

Ilustrasi foto

Amerika Serikat (AS) menuding Rusia sedang menguji senjata anti-satelit di luar angkasa pada pekan ini. Tudingan tersebut dibantah Rusia dengan menyatakan perangkat itu merupakan instrumen khusus untuk memeriksa orbit peralatan Rusia.
Meski dibantah, insiden tersebut membuat AS menandainya sebagai eskalasi militer di ruang angkasa.

Sejak tahun 2019, AS, Rusia, China dan India mampu menargetkan satelit dengan proyektil yang diluncurkan Bumi.

Namun, hal itu menjadi ledakan dengan jutaan keping puing di orbit dan mendorong dunia untuk menahan diri dari pengujian lanjutan.

Insiden pekan ini turut disebut sebagai pesan untuk AS di bawah pemerintahan Donald Trump yang sedang membuat Space Force baru untuk militernya.

Komandan Space Force, Jenderal Jay Raymond, sempat mengatakan ruang angkasa merupakan domain perang sama seperti udara, darat dan laut.

Hal ini merupakan hasil dari penelitian Rusia tahun lalu.

Pada November 2019, Rusia meluncurkan satelit Cosmos 2542. Satelit itu kemudian mengejutkan peneliti karena mampu bermanuver untuk mengamati, memeriksa atau memata-matai satelit lain.

Hal tersebut diketahui setelah mereka merilis satelit Cosmos 2543 satu pekan setelahnya.

Sub-satelit ini kemudian mendekati satelit mata-mata AS, AS-245 dan ke satelit Rusia lainnya. Langkah itu menjadi permainan kucing dan tikus yang mudah diamati para astronom dan militer AS.

Pada 15 Juli 2020, Cosmos 2543 merilis sebuah objek berkecepatan tinggi, sekitar 200 meter per detik. Objek tersebut kemudian diberi nama ‘Objek E’ oleh AS.

Astronom Jonathan McDowell mengatakan ukuran, bentuk, dan tujuan Objek E masih menjadi misteri. Namun, hal itu tak mengurangi ancaman yang bisa ditimbulkan.

Pakar Keamanan Luar Angkasa Secure World Foundation, Brian Weeden, mengatakan Rusia berusaha mengirim pesan penting tentang kerentanan sistem AS.

Sebab, satelit mata-mata sangat besar, mahal dan jarang ditemukan.

AS dan Rusia akan mengadakan pembicaraan langsung pekan depan di Wina.

Pertemuan itu menjadi yang pertama bagi mereka membahas keamanan ruang angkasa sejak 2013.

Sumber : CNN INDONESIA

Facebook Comments

Related Articles